Motocycle Racer

Jumat, 13 Desember 2013

Sejarah PPTSB








SEJARAH BERDIRINYA PPTSB 1940 DI MEDAN
Perkumpulan Sinaga terinspirasi dari perkumpulan Si Raja Lontung yang ada di Medan pada Tahun 1938, yakni Sinaga, Situmorang, Pandiangan, Nainggolan, Simatupang, Aritonang dan Siregar, beserta Boru yaitu Sihombing-Simamora. Pengurus pada waktu itu adalah St. Christian Radjagoekgoek sebagai Ketua dan dibantu oleh Herman Sinaga dan Monis Levi Sinaga.
Pada tahun 1940, timbul keinginan marga Sinaga untuk membentuk
kesatuan tersendiri. Untuk maksud itu dibentuklah Panitia untuk mencari/mengumpulkan anggota yakni:
Ketua: Ranatus Sinaga (Peg. OGEM). Sekretaris: Djongok Manase Sinaga (Peg. Dunlop). Anggota: Monis Levi Sinaga (Polisi/Reserse), Simon Sinaga, Boengaran Sinaga (Peg. Percetakan Sinar Deli Courant), Herman Sinaga (Peg. Contabiliteit / KPN).
Setelah anggota terkumpul diada-kan Rapat Anggota (setelah mendapat izin dari Pemerintah Hindia Belanda cq. PID melalui M. Levi Sinaga, waktu itu harus demikian). Rapat diadakan pada tanggal 15 Desember 1940, bertempat di Gedung Chrestelijke Batak School (CBS) di Jl. Sei Kera, Medan. Hasil Rapat antara lain:
1. Terbentuk Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTS) Medan, Langkat dan Deli Serdang.
2. Yang berhak menjadi anggota adalah warga Sinaga beserta muda-mudi Sinaga dan boru Sinaga atau Sinaga/Boru.
3. PPTS didirikan sejak tanggal 15 Desember 1940 dan nama ini digunakan selama 29 tahun.
KEGIATAN/JALANNYA ORGANISASI Periode – I Tahun 1940 – 1951
Susunan Pengurus:
Voorzitter/Ketua: Herman Sinaga, Sekretaris:Djongok Manase Sinaga. Penningmeester/Bendahara: Boengaran Sinaga. Ajun Penningmeester: S.W. Maroehoem Sinaga. President Commiss: Renatus Sinaga. Commissarissen/Komisaris: M. Levi Sinaga, Simson Sinaga, Alexander Sinaga, Josia Sinaga. Adviseur/Penasehat: Melanton Sinaga.
Kegiatan
Sesudah PPTS berdiri dengan kepengurusan lengkap, disusunlah AD/ART. Beberapa poin penting dalam AD/ART adalah: agar saling membantu dalam suka dan duka melalui Steinfonds (Derma), Spaarfonds (Menyimpan uang pada PPTS) dan mendirikan Verbruiks Cooperative (Koperasi keperluan rumah tangga).
Sesuai dengan peraturan Pemerintah Hindia Belanda, bahwa setiap organisasi yang akan berdiri harus dilaporkan dan disahkan. Atas dasar ini, pengurus PPTS melaporkan membuat usulan pendirian PPTS secara lengkap dengan melampirkan AD/ART. Karena PPTS adalah organisasi yang tidak berbau, maka Pemerintah Hindia Belanda PPTS mengesahkan sebagai suatu organisasi resmi dengan Surat No. 8027 Medan 29 April 1941 ditanda tangani oleh wg. Van Gelder.
Tetapi tak lama setelah pengesahan tersebut, salah seorang pengurus yakni sekretaris Djongok Manase Sinaga wafat pada tanggal 17 Mei 1941. Sebagai gantinya pengurus mengangkat Arcenius Sinaga menjadi Secretaris, sedangkan Pimpinan Cooperative diserahkan kepada Boengaran Sinaga bekerja sama dengan Renatoes Sinaga dan Herman Si-naga. Mereka mendatangkan beras dari Porsea dan Balige, juga meyediakan gula, sabun, kain panjang/batik dan lain-lain, yang pembayarannya didahulukan/dijamini dari toke, kemudian diantar ke rumah anggota pakai bon, dengan ketentuan bulan berikutnya harus dibayar. Demikianlah usaha tersebut berjalan dengan lancar.
Masa-masa Peralihan
Pada masa pendudukan Jepang di Hindia Belanda tahun 1942–1945, banyak terjadi perubahan, terutama keadaan Ekonomi yang sangat sulit, khususnya kebutuhan sandang dan pangan yang sangat minim. Akibatnya kegiatan PPTS pun terpengaruh oleh kondisi perekonomian saat itu.
Kondisi demikian berlanjut terus sampai Jepang menyerah tanpa syarat tahun 1945 karena Nagasaki dan Hirosima dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat.
Indonesia memanfaatkan keadaan itu dengan memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, yang sekaligus menantang Belanda (NICA) dan sekutunya yang ingin mengembalikan Pemerin-tahan Hindia Belanda (Aksi I dan Aksi II, tahun 1947–1949).
Periode – II, Tahun 1951-1955
Tahun 1949–1950 pada Jam 00.00 De Yure Indonesia
Rakyat yang sempat mengungsi sudah bisa masuk kembali ke Medan, sehingga warga PPTS pun dapat bergabung kembali. Pada tanggal 8 Juli 1951, PPTS mengadakan rapat anggota bertempat di Gedung SMA 1 Jl. Seram Medan dengan acara:
a. Peninjauan kembali AD/ART 1940 terutama mengenai limit waktu dari 29 tahun lalu dapat di perpanjang kembali.
b. Pemilihan Pengurus Baru.
Susunan Pengurus
Ketua: M. Kasan Sinaga (Dir. NV Remeka). Wakil Ketua: Boengaran Sinaga (Peg. Per. Sinar Deli Courant). Setia Usaha-Bendahara: Arcenius Sinaga (Peg. Air Bersih). Pembantu Komisaris: K. Sinaga (Kampoeng Hamdan), J.F. Sinaga (Jl. Serdang), Kasiman Sinaga (Jl. Serdang), Jason Sinaga (Jl. Gudang), Ruben Sinaga (Sukaraja/Pintu Air). Penasehat: Pendeta Jona Sinaga (Jl. Arjuna No.2).
Periode–III, Tahun 1955-1959
Pada Tahun 1955 diadakanlah rapat anggota untuk pemilihan pengurus baru yakni:
Ketua I dan II: M. Kasan Sinaga dan Boengaran Sinaga. Sekretaris/Benda-hara: Arcenius Sinaga dan Karmen Si-naga. Komisaris Kepala: SM. Cyrus Sinaga. Komisaris 1 s/d 14: Titus Sinaga, (Medan Baru I), Jaripin Sinaga (Medan Baru II), Ardin Sinaga (Skip/Medan Barat), Laban Sinaga (Polonia), Jason Sinaga (Polonia/Pem-bantu), Kasianus Sinaga (Kp. Hamdan Jati Ulu), W. Paltitua Sinaga (Kp.Hamdan Jati Ulu/Pembantu), Ruben Sinaga (Sukaraja-Pintu Air), Hellerius Sinaga (Sukaraja-Pintu Air/Pembantu), Buhit Situmorang (Kp. Teladan/Granada Hotel), Epharain Sinaga (Sukaramai), Kasiman Sinaga (Kp. Pandau & Sekitar), H.Locyus Sinaga (Kp. Durian Sidorame Barat), Petrus Lumbantoruan (Kebon Pisang Sidorame Timur). Penasehat: Pendeta Domitian Sinaga.
Berdirinya PNBTS
Selain muda-mudi Sinaga yang orang tuanya berdomisili di Medan, banyak juga muda-mudi yang datang dari Bona Pasogit yang bekerja dan belajar sebagai siswa atau mahasiswa. Atas dasar ini, dibentuklah kesatuan muda-mudi tersendiri yang disebut Punguan Naposo Bulung Toga Sinaga (PNBTS) dan diangkatlah Pengurus – I, yakni :
Ketua: Hosdiaman P. Sinaga (Fak. Kedokteran USU). Sekretaris: Nagauruk Sinaga. Bendahara: Remi br. Si-naga. Komisaris/Pembantu: T. Mangipul Sinaga, M. Tua Sinaga, M. Jhonny Sinaga.
Penasehat: Arcenius Sinaga (Sekretaris/Bendahara PPTS), Kasiman Sinaga (salah seorang Komisaris PPTS).
Untuk mengisi kas PNBTS, oleh Sekretaris/Bendahara PPTS Arcenius Sinaga, menyarankan agar PNBTS mencetak Kalender tahun 1956 dan diedarkan ke anggota PPTS. Kegiatan utama PNTBS saat itu adalah turut anbil bagian dalam kegiatan suka duka dalam lingkungan PPTS baik itu dalam duka maupun dalam suka cita. Misalnya pada ulang tahun PPTS, PNBTS sangat membantu.
Periode – IV, Tahun 1959-1964
Pada tahun 1959 diadakanlah rapat anggota untuk memilih pengurus baru, yakni:
Ketua I dan II: M. Kasan Sinaga dan Mangantar Sinaga. Sekretaris/Benda-hara I-II: Kasiman Sinaga, Malim Sinaga dan Adinar Sinaga. Komisaris 1-14: Titus Sinaga, (Medan Baru I), Jaripin Sinaga (Medan Baru II), Ardin Sinaga (Skip/Medan Barat), Laban Sinaga & Jason Sinaga (Polonia), Kasianus Sinaga & W. Paltitua Sinaga (Kp.Hamdan Jati Ulu), Ruben Sinaga & Hellerius Sinaga (Sukaraja-Pintu Air), Buhit Situmorang (Kp.Teladan), Epharain Sinaga (Suka-ramai), Kasiman Sinaga (Kp. Pandau & Sekitar), H. Locyus Sinaga (Kp. Durian Sidorame Barat), Petrus Lumbantoruan (Kebon Pisang Sidorame Timur). Penasehat: Arcenius Sinaga, Boengaran Sinaga, Johannes Sinaga.
Berdirinya sektor-sektor
Berhubung dengan semakin ba-nyaknya anggota atau marga Sinaga dan bertempat tinggal hampir diseluruh pelosok Medan sekitarnya, maka untuk menggalang persaudaraan dibutuhkan-lah pengurus yang dapat menjangkau anggota dimaksud. Sehingga disepakati bahwa seluruh wilayah yang terdiri dari 11 komisaris dibuat menjadi sektor dan pengurusnya diangkat oleh anggota di sektor-sektor. Oktober 1961 sektor per-tama berdiri yang digagasin oleh Malim SInaga (Amani Halomoan) di Jl. Sentosa Baru No. 20 Medan, lalu di susul register sektor I Kampungdurian.
Periode–V, Tahun 1964-1966
Perubahan Organisasi
Seiring dengan kepindahan Letkol.Pol. Drs. Mula Horas Sinaga dari Surabaya menjadi Asisten–II pada Kantor Polisi Wilayah SUMUT yang bertempat tinggal di Hotel De Boer (Dharma Deli). May. TNI M.S Mardame Sinaga Menjumpai beliau agar bersama-sama membina PPTS di Medan. Beliau menyambutnya dengan senang hati. Kemudian diadakanlah rapat anggota tanggal 12 April 1964 di Gedung SMA 2 Jl. Serdang Medan. Adapun keputusan rapat adalah :
a. Penyesuaian AD/ART mulai berlaku sejak 1 Mei 1964
b. Pembentukan pengurus pusat beserta seksi-seksi
c. Usul yang akan dibawa ke Mubes yang akan diadakan, agar keluarga Boru dalam nama PPTS menjadi PPTSB.
Rapat-rapat:
a. Rapat Paripurna, Sidang leng-kap Pengurus Pusat beserta Pengurus Cabang/Sektor.
b. Rapat Pengurus Pusat, anggota pengurus pusat beserta anggota pengurus cabang/sektor.
Pengurus PPTS Pusat-1, Periode Tahun 1964-1966 adalah sebagai berikut:
Ketua Umum: Letkol.Pol. Drs. Mula Horas Sinaga (Komdaksu). Ketua I: St. Arcenius Sinaga (Air Bersih). Ketua II: May. TNI M.S Mardame Sinaga (Kodam). Sekretaris Umum: Karmen Sinaga (Kantor Perdagangan Sumut). Sekretaris I: T. Duduk Sinaga (Ketua Pengangkutan Desa Maju). Sekretaris II: Johannes P. Sinaga. Bendahara I: St. Malim Sinaga (Amani Halomoan), dkk Medan. Bendahara II: Jan Piter Sinaga (Keu-Kodak).
Seksi Adat : Adrianus Sinaga, Gr. Odi Julianus Sinaga; Bungaran Sinaga. Seksi Sosial: M. Kasan Sinaga; T. Duduk Sinaga; Aman Sihol Sinaga. Seksi Pen-didikan: Binsar Sinaga Bsc; Mangiring Sinaga.
Seksi Yayasan; E. Sinaga (Direktur Pendidikan Perawat), Tahi Raja Sinaga, Adinar Sinaga (Agraria). Seksi Publikasi: Gr. Petrus Sinaga (Wkl. Ketua DPR Kodya Medan); Elancyus Sinaga (RRI Medan). Seksi PNBTS: Belman Sinaga; Maruli Sinaga; Jannus Sinaga; T.M. Halomoan Sinaga.
Pembantu-Pembantu:
1. Ketua PPTS Sektor Kp. Durian/Sidorame Barat, 2. Ketua PPTS Sektor Kebon Pisang/Sidorame Timur, 3. Ketua PPTS Sektor Sekip/Medan Barat, 4.Ketua PPTS Sektor Medan Baru, 5. Ketua PPTS Sektor Medan Timur/Sukaramai, 6.Ketua PPTS Sektor Medan Selatan/Pintu Air. Ketentuan pada saat itu, apabila sudah ada anggota 25 (duapuluh lima) KK dapat menjadi satu sektor.
Mubes – I, tanggal 21-22 September 1966 di Medan
Setelah terbentuknya pengurus PPTS Pusat secara lengkap sampai kepada seksi-seksi, maka kegiatan dan usaha-usaha PPTS semakin berjalan dengan baik. Koordinasi sesama marga Sinaga baik yang ada di kampung maupun yang ada di kota semakin baik. Dengan demikian timbullah niat untuk mengundang para pengetua dan cerdik pandai marga Sinaga dari daerah-daerah untuk mengadakan Musyawarah Besar guna membentuk kesatuan Sinaga Se-Indonesia. Selanjutnya terselenggaralah Musyawarah Besar Sinaga se- Indonesia (Mubes–1) yang diadakan pada tanggal 21-22 September 1966, bertempat di Gedung Bhayangkara Polisi di Jl. Bali Medan (sekarang Jl. Veteran).
Keputusan Mubes–I
a. Sesuai dengan usul dari pihak Boru Sinaga, yakni agar mereka juga diikut-sertakan secara resmi dalam organisasi PPTS, maka dirubahlah PPTS menjadi Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB).
b. Direncanakan membangun Tugu Parsadaan Toga Sinaga di Urat – Sa-mosir.
c. Supaya dibentuk cabang-cabang di Kabupaten atau Provinsi demikian juga anak cabang/sektor.
d. Mengenai silsilah agar masing-masing membuat terlebih dahulu silsilah tentang dirinya yang kemudian dikirim-kan kepada pengurus untuk disusun oleh seksi adat.
Susunan pengurus PPTSB Pusat Periode–I, tahun 1966–1974 adalah sebagai berikut:
Ketua Umum:Letkol Pol. Drs. Mula Horas Sinaga,. Ketua I – VI: May. TNI M.S Mardame Sinaga; Tahi Raja Sinaga; T. Kaliamta Sinaga; S. Kanianus Sinaga; St. Arcenius Sinaga; Jaha Mulia Sinaga. Sekretaris Umum: Karmen Sinaga. Sekretaris I – III: Nagauruk Sinaga; Drs. M.A.T. Sihaloho, M. Rajiun Sinaga. Bendahara I: A.Cyrus Sinaga. Benda-hara Pembantu Umum: T. Duduk Si-naga; Drs. J. Pontas Sinaga. Pelindung : Letkol TNI T.P.R Sinaga. Penasehat: Bisara Sinaga, SH; Sojuangon Sinaga; Herman Sinaga; May. J.F. Sinaga; M. Kasan Sinaga; Pdt. Herman Sinaga; S.M. Cyrus Sinaga; Bungaran Sinaga; Ka-siman Sinaga; Dr. Hosdiman P. Sinaga; Kristian Sinaga; Jalongos Sinaga (Riau); Manase Sinaga (Surabaya); R. Kaliamsa Sinaga (Bogor); A. Sinaga (Banjarmasin), Overste Justin Sinaga (Bandung); Overste Johannes Sinaga, SH (Jakarta). Komisaris: Semua Ketua Cabang. Seksi-seksi: Ditetapkan Pimpinan Harian Pusat dalam Tingkat Wilayahnya.
Berdirinya Tugu Pemersatu Toga Sinaga di Urat-Samosir
Setelah Mubes-I, pengurus PPTSB Pusat secara bergantian mengadakan pelantikan pengurus cabang di daerah-daerah, sekaligus mensosialisasikan dan merampungkan rencana mendirikan Tugu Toga Sinaga di Urat-Samosir. Untuk itu dibentuklah panitia yang bekerja sama dengan Pengurus Pusat guna mengumpulkan dana melalui pengedaran kupon hingga sampai ke pe-losok-pelosok di manapun masyarakat Sinaga berada.
Peresmian Tugu Toga Sinaga
Atas kegigihan Pengurus Pusat bersama panitia, selesailah pembangu-nan tugu. Acara peresmian diseleng-garakan dengan Pesta Ria selama 7 hari yakni tanggal 7 s/d 14 Juni 1970 di Urat (pada waktu itu ongkos kapal gratis bagi semua pengunjung pergi dan pulang). Karena masih banyaknya hal-hal administrasi, keuangan, dan pertang-gungjawaban pelaksanaan pembangu-nan dan peresmian Tugu yang bharus diselesaikan, maka disepakati bahwa pengurus periode V yang telah habis diperpanjang sampai tahun 1974.
Mubes – II, tanggal 27 – 28 Juni 1974 di Pematang Siantar
Mubes – II, baru dapat diselengg-arakan pada tahun 1974 yakni tanggal 27 – 28 Juni 1974, di P. Siantar. Pengu-rus PPTSB Pusat Periode – II Tahun 1974 – 1977 adalah sebagai berikut :
Pelindung: Kol. T.P.R. Sinaga (Bupati Simalungun). Penasehat: Let-kol. Bisara Sinaga, SH; Herman Sinaga. M. Kasan Sinaga; Bungaran Sinaga; S.M. Cyrus Sinaga; H. Ulak-ma Sinaga; P. Waldemar Sinaga; Dr. Jetro Sinaga; Jadiman Sinaga; Mintam Sinaga; Ja-longos Sinaga.
Ketua Umum: Drs. M. Horas Sinaga. Ketua 1 – 7 : M.S Mardame Sinaga; Tahi Raja Sinaga; S. Kasianus Sinaga; St. Arcenius Sinaga; Gr. Petrus Sinaga; T. Duduk Sinaga; Drs. J. Pontas Sinaga. Sekretaris Umum: Karmen Sinaga. Se-kretaris 1-3: Nagauruk Sinaga; Drs. Mangapul Sinaga; M.Rajiun Sinaga.
Bendahara Umum: A. Cyrus Sinaga. Bendahara 1-3: 1.Drs. Gustaf Si-naga, 2. Sekata Sinaga, 3. F. Sigalingging. Komisaris: Semua Ketua Cabang. Seksi-seksi: Ditetapkan Pengurus Harian Pusat.
Pengurus yang baru diangkat, dengan semangat tinggi, berencana dan berusaha untuk dapat mendirikan Tugu yang hidup yakni mendirikan asrama guna menampung anak dan boru Sinaga yang berasal dari kampung (luar Medan) untuk meneruskan studi pada perguruan tinggi/mahasiswa di Medan. Diada-kanlah kerja sama Pengurus dan Pengetua-pengetua (tokoh-tokoh) yang mampu meminjamkan uangnya tanpa bunga kepada PPTSB masing-masing Rp.20.000/RT (bahkan ada yang lebih dari jumlah itu) untuk dipakai membeli pertapakan asrama dimaksud, yang diprakarsai oleh Pengurus PPTSB Ca- bang Medan dengan pengurus PPTSB Pusat.
Pada tahun 1974 terjadi pergantian pengurus PPTSB Cabang Medan, yakni dari kepengurusan yang diketuai oleh Drs. J.P Sinaga kepada kepengurusan baru yaitu:
Ketua 1 – 3: Adian Sinaga; Eliprain Sinaga, St. Adinar Sinaga.Sekretaris 1 – 2 : St. J.A Sinaga; Drs. Petrus Sinaga. Bendahara: Simanungkalit.
Selanjutnya pada tahun 1977 terjadi pergantian Pengurus PPTSB Cabang Medan, Yakni:
Ketua 1-3: Adian Sinaga; Ser-ka. Pol Jannus Sinaga; R.M Sinaga. Sekretaris 1- 2: J.B Sinaga; St. Marsingkat Sinaga. Bendahara : Brusel P. Girsang.
Pada dua periode kepengurusan ini, setiap rapat cabang dan sektor selalu membicarakan rencana pembangunan asrama PPTSB dimaksud. Timbul kesepakatan bahwa pada Pesta Ulang Tahun PPTSB Cabang Medan pada ta-hun 1977, sekaligus diadakan Pengum-pulan Dana yang akan digunakan mem-beli pertapakan guna membangun Asrama PPTSB di Medan. Dana yang terkumpul sejumlah Rp.4.250.000,-. Dari sebagian dana yang terkumpul, dibe-likan pertapakan seluas 72 x 20 m=2.160 m2 yang terletak di Jl. Kenanga Raya No.101 Tanjung Sari Medan. Sisa dana sejumlah Rp.1.334.000,- (satu juta tiga ratus tiga puluh empat ribu rupiah) diserahkan kepada Pengurus PPTSB Pusat (Kol. M.S. Mardame Sinaga), un-tuk selanjutnya digunakan sebagai modal kerja dalam pendirian asrama PPTSB yang dicita-citakan bersama.
Mubes – III, 28 – 29 Oktober 1977 Di Medan
Mubes-III diadakan pada tanggal 28-29 Oktober 1977 bertempat di rumah Ketua Umum Letkol Drs. M. Horas Sinaga di Jl. Khairil Anwar No.1 Medan. Pada Mubes – III tersebut terpilih pengurus PPTSB Pusat yang baru untuk periode – III, tahun 1977 – 1980, yakni:
Ketua Umum: Kol. M.S Mardame Sinaga. Ketua 1-6 : S. Kasianus Sinaga; A. Cyus Sinaga; Drs Gustaf Sinaga. (Biro Keu Kantor Gubsu); Haji T. Mangipuk Sinaga (Kantor Agraria); May.Laut E. Sinaga (Angkatan Laut); Drs. T.M. Halomoan Sinaga (Inspektorat Kantor Gubsu).
Sekretaris Umum: A.J Sinaga. Sekretaris I – III : Jaman Sinaga; A. Sinaga; J.B Sinaga (Asuransi Bumi Putra). Bendahara Umum: Sahata Sinaga (Kantor Inspeksi Pajak). Bendahara I & II: Drs. Piter Galogat Sinaga (Ktr. Inspeksi Pajak); Ir.J.Gusia Sinaga. Pena-sehat: T.R. Sinaga; B. Sinaga; St.A. Sinaga; Drs.M.H Sinaga, M.R. Sinaga; P.Sinaga; Drs. Mangapul Sinaga.
Berdirinya Asrama PPTSB di Medan
Setelah Mubes – III, pengurus baru berusaha semaksimal mungkin agar pembangunan Asrama siswa/mahasiswa dapat terealisasi secepatnya. Untuk itu pengurus membuat suatu gerakan pe-ngumpulan dana secara massal dengan cara mengedarkan kupon @ Rp.5000,- per RT sekaligus sebagai tanda anggota PPTSB ditambah dengan sumbangan sukarela dari para anggota untuk menam-bah dana yang telah diterima dari Cabang Medan. Maka terealisasilah pembangunan Asrama PPTSB di atas per-tapakan di Jl. Kenanga Raya No.101 Tanjung Sari Medan, dan diresmikan pada tanggal 28 Juni 1981.
MUBES – IV, 1980 DI URAT – SAMOSIR
Mengingat bahwa genaplah 10 (sepuluh) tahun (1970–1980) berdirinya Tugu Toga Sinaga di Urat – Samosir, maka disatukanlah pesta dasawarsa 10 tahun Tugu Toga Sinaga dengan Mubes – IV dan diadakan di bona Pasogit Urat-Samosir pada tahun 1980. Pesta dan Mubes ini berjalan dengan baik dan meriah dihadiri utusan dari daerah antara lain Jawa Barat, Jakarta, Pekan Baru, Aceh Tenggara dan lain-lain.
Dalam Mubes ini diadakan pemi-lihan pengurus PPTSB Pusat Periode – IV tahun 1980-1983 yakni :
Ketua Umum: M.S. M Sinaga. Ketua 1 – 7 : S.K. Sinaga; A. Sinaga; E. Sinaga; Drs. L. Sinaga; S.M. Sinaga (Notaris); V.Sinaga Berutu; S.M Sinaga (Belawan). Sekretaris Umum: J.B Sinaga. Sekretaris I – III: B.P. Sinaga; Lettu. TNI. Paulus Sinaga; B. Tambunan. Bendahara Umum: Sahata Sinaga. Bendahara I & II: St.S.T. Sinaga; J.F. Sidabalok.
Pada Periode 1980-1983. Asrama yang telah siap dibangun dibenahi penyekatan dan perlengkapan tempat tidur, meja belajar, meja makan dan lain-lain. Namun ironisnya tak seorang pun yang mendaftarkan diri untuk tinggal di asrama itu. Penyebabnya mungkin karena lokasi pada saat itu agak jauh dari kampus USU, sementara pengangkutan kota belum selancar sekarang ini.
MUBES–V, 28–30 OKTOBER 1983 DI MEDAN
Mubes-V diadakan pada tanggal 28-30 Oktober 1983 bertempat di Aula Asrama PPTSB Jl. Kenanga Raya No.101 Tanjung Sari Medan. Pengurus yang diangkat untuk periode V tahun 1983–1986 adalah:
Ketua Umum: M.S.M. Sinaga. Ketua 1-9: S.K Sinaga;Krisman Sinaga; Sonda Mulia Sinaga; A. Cyus Sinaga; Saur Mo-nang Sinaga; Drs. Molan Sinaga; May. D.H. Sinaga; L.M. Sinaga; St S.M.H Sinaga.
Sekretaris I-III: Marsingkat Sinaga; Torang Sinaga; Kapten H. Hutapea. Bendahara Umum: Sahata Sinaga. Ben-dahara I-II: Drs. Sahat Silaen; J.F. Sidabalok.
Peralihan Asrama Menjadi Rumah Sekolah
Berhubung karena asrama belum berfungsi karena tidak ada yang men-daftarkan diri untuk tinggal disana, maka banyak dari peserta Mubes, terutama dari kalangan praktisi pendidikan, meng-usulkan agar Asrama dialih fungsikan menjadi Rumah Sekolah. Setelah diper-timbangkan bersama, maka disepakati alih fungsi tersebut, yaitu dari asrama menjadi gedung peruntukan sekolah SMP/SMA.
Segera setelah Mubes selesai Pengurus mengadakan rapat pembentukan Yayasan Pendidikan Sepadan (Sepadan, nama yang disepakati bersama, red) dan diangkatlah pengurus yakni:
Ketua: A. Cyus Sinaga. Sekretaris: Marsingkat Sinaga. Anggota: Semua Tenaga Pengajar/Guru.
Pada tahun 1984 mulai diadakan penerimaan murid baru untuk tahun ajaran 1984/1985. Sayangnya, satu orangpun tidak ada yang mendaftarkan diri menjadi murid pada tahun ajaran tersebut. Baru pada tahun ajaran 1985/1986 ada murid yang mendaftar yakni untuk Siswa SMP Kelas I sebanyak 12 Orang dan Siswa Kelas I sebanyak 7 orang.
Karena jumlah siswa SMP hanya 12 orang dan siswa SMA 7 orang, maka tentunya kondisi ini tidak cukup me-nutupi biaya rutin. Meskipun demikian para anggota terutama para pengurus tetap berusaha menanggulanginya. Atas dorongan para guru dan keyakinan bahwa tahun ajaran 1986/1987 akan ber-tambah minat pelajar mendaftar, maka dibangunlah ruangan kelas sebanyak 3 lokal lagi. Dana dan pelaksanaan bangu-nan ini diserahkan kepada Ir. Marhutala Sinaga, yang akan dibayar kemudian setelah Mubes–VI yang akan datang di Sidikalang.
MUBES – VI, 31 OKT – 2 NOP 1986 DI SIDIKALANG-DAIRI
Mube-VI diadakan pada tanggal 31 Oktober-2 Nopember 1986 di Sidikalang-Dairi.
Dalam rangka Mubes tersebut diadakan kegiatan penghijauan mas-sal oleh warga Toga Sinaga dan Boru di Dairi, bhakti sosial pengobatan gratis dan pemberian sumbangan kegiatan kemanusiaan kepada Yayasan Dana Gotong Royong yang yang dipimpin Ibu Tien Soeharto sebanyak 2 (ton) beras. Mubes tersebut juga diramaikan dengan Pesta Ultah PPTSB Cabang Dairi dihadiri ribuan warga Toga Sinaga.
Susunan Pengurus PPTSB Pusat Periode-VI Tahun 1986-1989 adalah
Ketua Umum: M.SM Sinaga. Ketua 1-13 : S.K. Sinaga; A.C. Sinaga; Ir. Mar-hutala Sinaga; Krisma Sinaga; Mayor D.H. Sinaga; Saur Monang Sinaga; Sonda Mulia Sinaga; B. Sinaga Simanjorang, SH; Mangasa Sinaga (Dairi); E. Budiman Sinaga (Taput); Lodewijk Waldemar Sinaga (Jakarta). J.B. Sinaga (Deli Serdang); Jabonar Sinaga (Pekan Baru).
Sekretaris Umum: Marsingkat Sinaga. Sekretaris I-III : Drs. Jalinar Sinaga; M. Jhonny Sinaga; S.S. Sinaga. Bendahara Umum: S. Sinaga. Bendahara I-II: Drs. Sahat Silaen; J.F. Sidabalok.
Persiapan Mubes–VII, Jubileum 50 Tahun PPTSB dan 20 Tahun Tugu Toga Sinaga.
Mubes VII seharusnya dilaksanakan pada tahun 1989, tetapi mengingat bahwa pada tahun 1990, PPTSB genap berusia 50 tahun (15 Desember 1940–1990), dan Tugu Toga Sinaga berumur 20 tahun (8 Juni 1970–1990), maka Mubes akan dilaksanakan pada tahun 1990 tepat dengan ulang tahun ke 50 PPTSB dan ulang tahun ke 20 Tugu Toga Sinaga. Untuk mempersiapkan pesta ulang tahun dan Mubes dimaksud, pengurus PPTSB Pusat mengadakan rapat pembentukan panitia Pesta Parningotan Parheheon PPTSB se Indonesia pada tanggal 23 Januari 1989 yang susunannya sebagai berikut :
Penasehat: Pembina dan Ketua Umum PPTSB. Ketua Umum: Drs. Gustaf Sinaga. Ketua Bidang Jubileum: S.K. Sinaga. 4.Ketua Bidang 20 Thn Tugu: Ir. Marhutala Sinaga. Ketua Bidang Mubes-VII: S.M. Sinaga. Sekretaris Umum: Marsingkat Sinaga. Sekretaris Bidang Jubileum: Drs. Humiras Sinaga
Sekretaris Bidang 20 Thn Tugu: Ir. Christof Sinaga. Sekretaris Bidang Mubes-VII: Drs. Maringan Sinaga. Bendahara I: M.T. Sinaga. Bendahara II: ol. M.D. Sinaga. Seksi Dana: S.K. Sinaga dan A. Sinaga. Seksi Tempat/Akomodasi: Drs. Abad Sinaga. Seksi Konsumsi: Ny.M.S.M. Sinaga br. Silalahi, Ny. S.K. Sinaga br. Nainggolan. Seksi Hiburan/Gondang: T.R. Sinaga dan E.B. Sinaga. Seksi Penerima Tamu: L.P. Sinaga. Seksi Pengarahan Massa/Bakti: 1)Mangasa Sinaga Sosial/Peng-hijauan, 2)J. Sinaga, 3). Kades Sinaga Uruk, 4). Kades Gorat, 5). Kades Par-lombuan, 6). Kades Hatoguan
Seksi Sejarah : St. A. Sinaga. Seksi Kerohanian: Dr.J. Sinaga, MDW. Seksi Kesehatan: 1). Dr. Ny. Dr. H.P Sinaga br. Tambunan, 2). Dr. Pdt. Shala Sinaga, 3). Dr.Ny.Ir. Sitompul br. Sinaga.
Oleh Ketua Bidang 20 Tahun Tugu diangkat pula Panitia Khusus Pemugaran Tugu yakni:
Ketua Pemugaran Tugu: Ir. Marhutala Sinaga, Sekretaris: Ir. Christof, R. Sinaga. Anggota: 1). Ir. Bona Tua Si-naga, 2). Ir. Jeremias Sinaga, 3). Anggiat Sinaga, 4. Pengawas Pelaksana: Pakko Sinaga, 5. Pelaksana Lapangan: Sihol Sinaga, Saladin Sinaga, 6. Pelaksana Gorga/Relief: Juara Sinaga.
MUBES–VII, 8–10 JUNI 1990 DI URAT-SAMOSIR
Setelah persiapan rampung, dan pemugaran Tugu selesai, maka diada-kanlah Pesta Parningotan Parheheon PPTSB Jubileum 50 tahun, 20 tahun Tugu dan Mubes–VII, pada tanggal 8–10 Juni 1990 di Urat–Samosir. Gubernur SUMUT (waktu itu Raja Inal Siregar) berkenan singgah bersamaan de-ngan kegiatan beliau mengadakan tur keliling Samosir. Pada kesempatan itu Panitia menyerahkan seekor kuda tunggangan kepada beliau.
Susunan kepengurusan PPTSB Pusat Periode – VII tahun 1990–1993 adalah sebagai berikut:
Pelindung: Brig.Jend (Purn) Johannes Sinaga. SH. Penasehat 1 – 19: T.R. Sinaga (Medan); S.M.C. Sinaga (Medan); Kol. Kaliamta Sinaga (Medan); Drs.M.H. Sinaga (Medan); St.K.M. Si-naga (Jakarta); Kol. Justin Sinaga (Ban-dung); A. Sinaga (Medan); P. Mangipuk Sinaga (Medan); Prof.Dr.Ir. Rudolf Sinaga, MSc (Bogor); Dr.A.B. Sinaga (Sibolga); Ds.J. Sinaga, M.Div (Parlilitan);Letkol (L) E. Sinaga (Jakarta); Drs.J.P Sinaga (Medan); Drs.J.M.H. Sin-aga (Medan); H.D. Sinaga (Medan); Drs.L.Sinaga (Medan); I.M. Sinaga (Me-dan) Rosman Sinaga (Sidikalang); Letkol P. Sinaga (Tarutung). Pembina: Kol. (Purn) M.S.M Sinaga (Medan). Pengurus Harian terdiri dari:
Ketua Umum: Drs. Gustaf Sinaga. Ketua 1 – 15: S.K. Sinaga; Ir.Marhutala Sinaga; Letkol D.H.Sinaga; Drs.S.A.S. Sinaga; Dj.E. Sinaga; Sonda Mulia Sinaga; S.M. Sinaga (Notaris); Drs.M. Sinaga; I.M. Sinaga; J.B. Sinaga; St. Kris-man Sinaga, SH; E. Budiman Sinaga; Mangasa Sinaga; Mutner Sinaga; Tokki Sinaga. Sekretaris Umum: Marsingkat Sinaga. Sekretaris I – III : Ir. Kores Sinaga dan Ir. Christof Sinaga. Bendahara Umum: L.P. Sinaga
Bendahara I – II: Ny. G. Sinaga br. Pardede dan Ny. J. Sinaga br. Situ-morang. Antekeningen: Hanya lebih kurang 1 (satu) tahun Ketua Umum Drs. Gustaf Sinaga bekerja dalam kepengu-rusan ini, karena beliau. Meninggal du-nia pada tahun 1991. Sebagai pelaksana Lang-sung dipegang oleh Ketua I.S.K. Sinaga sampai tahun 1994.
MUBES – VIII, 8-10 JULI 1994 DI MEDAN
Setelah Drs.T.M.H. Sinaga dilantik menjadi Bupati Tapanuli Utara, para Pengetua dan Pembina PPTSB sepakat membuat penepungtawaran kepada beliau. Penepung tawaran dilaksanakan pada hari Minggu tanggal 22 Mei 1994 di Wisma Taman Sari Jl. Kapten Muslim Medan. Setelah selesai penepung-tawaran dilanjutkan acara pembentukan Panitia Mubes – VIII.
Penanggung Jawab: Kol. (Purn) M.S.M Sinaga dan S.K Sinaga. Ketua I-IV: A. Sinaga; E. Sinaga; Drs. D. Sinaga; A.B. Sinaga. Sekretaris I – II : St. J.A. Sinaga; St.M.Sinaga. Pembantu Sekre-taris: Drs.J.D. Sinaga; Ir.Kores Sinaga; Ir Ch.R. Sinaga.
Bendahara I – II : Drs.S. Silaen; Drs. Lambok Sinaga. Seksi Dana: Ir. Mar-hutala Sinaga. Seksi Tempat/Akomo-dasi: Letkol D.H. Sinaga. Seksi Kon-sumsi: J. Sinaga (Parlombu); Ny. Sianipar br . Sinaga. Seksi Pen. Tamu: S.P. Sinaga. Seksi Kerohanian: St.M. Sinaga; St.L.P. Sinaga. Seksi Dokumentasi: St.A. Sinaga (Suara Karya). Seksi Keamanan: Kapten Pol. Martogi Sinaga, Kapten Pol.J.Sinaga, Letnan TNI J. Si-naga. Seksi Kesehatan: Dr.Ny. Dr.H. P. Sinaga br. Tambunan. Seksi Urusan: Letkol D.H. Sinaga.
Izin Mubes
Mubes – VIII: diadakan tanggal 8–10 Juli 1994 di Gedung Yayasan PPTSB Jl. Kenanga Raya No.101 Tanjung Sari Medan.
Melalui Mubes – VIII dipilih Pengu-rus PPTSB Pusat Periode – VIII tahun 1994-1997, yaitu: Ketua Umum: Drs. T.M.H. Sinaga. Ketua I – III: S.K. Sinaga; Ir. Marhutala Sinaga; A.B. Sinaga. Sekretaris Umum: St. Marsingkat Sinaga. Sekretaris I – II : St.J.Abiden Si-naga; Ir. Christof R. Sinaga. Bendahara Umum: I. P Sinaga. Bendahara I: Drs. S. Silaen.
Sehubungan dengan telah 25 tahun berdirinya Tugu Toga Sinaga di Urat – Samosir, Pengurus PPTSB Pusat menga-dakan Partangiangan Pesta Perak (1970 – 1995) tanggal 17 Juni 1995 di Urat Sa-mosir. Sebagai Ketua Pelaksana pada waktu itu terpilih Drs.E.B. Sinaga.
MUBES – IX, 28–29 JUNI 1997 DI TARUTUNG, TAPUT
Berhubung karena tahun Periode – VIII (1994 – 1997) hampir selesai, maka oleh Ketua Umum Drs.T.M.H. Sinaga mengadakan persiapan Mubes – IX dengan mengangkat Panitia Lokal yang diketuai oleh Drs. Abad Sinaga dari Taput. Oleh kerja keras panitia, ter-selenggaralah Mubes – IX pada tanggal 28 – 29 Juni 1997 yang bertempat di Gedung Partungkoan Tarutung.
Susunan Pengurus yang terpilih untuk periode – IX tahun 597 – 2000 adalah :
Pembina
Ketua: Kol. (Purn) M.S.M. Sinaga
Anggota: Brig.Jend. (Purn) J. Sinaga, SH; T.R. Sinaga; S.K. Sinaga; A.B. Sinaga; A. Sinaga (Air Bersih); Drs.E.B. Sinaga (Tarutung); S.M. Sinaga (Notaris);A. Sinaga (Medan); Kol (L) E. Sinaga (Jakarta). Pengurus Harian. Ketua Umum : Drs. T.M.H. Sinaga. Ketua Harian : Ir. Marhutala Sinaga. Ketua I Pembina Organisasi : Drs. Abad Sinaga. Ketua II Pembina Sosial Budaya: Letkol D.H. Sinaga. Ketua III Pembina Ekonomi: Ir. Christof R. Sinaga. Ketua IV Pembina Pendidikan dan Generasi Muda: Mangasa Sinaga. Ketua V Pembina Ban-tuan Hukum: Amajone Sinaga. Sekretaris Umum: St. J. A. Sinaga, Sekretaris I : S.M. Sinaga, SH. Sekretaris II: Ir. Victor G. Sinaga, M.Eng.Sc. Bendahara: Kapten Pol. Jannus Sinaga. Wakil Bendahara: Ir. Bungaran Sinaga.
Biro-biro: Biro Organisasi: St.A. Sinaga, SH, Biro Sosial Budaya : Ir. P. Situmorang, Biro Ekonomi : Drs. Lambok Sinaga, Biro Pendidikan dan Gen. Muda: Drs. Osebeth Sinaga, Biro Bantuan Hukum: Effendy Sinaga, SH.
MUBES – X, 13–15 SEPTEMBER 2001 DI MEDAN
Atas dorongan dan prakarsa Parundingan Sinaga, SH yang bertugas di Kanwil Pendidikan Nasioanal Propinsi Sumatera Utara. Pengurus pusat PPTSB mengadakan Rapat bertempat di Wisma Bethesda Medan, pada tanggal 24 Juli 2001 yang sekaligus membentuk Panitia Mubes–X.
Mubes – X disepakati untuk dise-lenggarakan pada tanggal 13–15 September 2001, di Gedung P3GT Jl. Setia Budi No.75 Helvetia Timur Medan, yang dihadiri langsung Gubernur Sumatera Utara pada saat itu yaitu Alm. Tengku Rizal Nurdin.
Hasil Mubes -X menyusun komposisi Pengurus ; Ketua Umum Ir. Sahat Maruli Sinaga, Ketua harian: Alm Parundingan Sinaga, SH, Ketua I Ir. Bonatua Sinaga, Ketua II J. Sinaga (A. yanti), Ketua III Drs. Murbanto Sinaga, Ketua IV Ir. CHR. Sinaga, Ketua V Drs. Osbeth Sinaga, MSi, Ketua VI Dr. Ir. Anggiat Sinaga, dan Ketua VII Drs. Abad Sinaga. Sekretaris Umum Ir. H. Jamal Sinaga, Sekretaris I – III yaitu Drs. Morlan Sinaga, Monang Sinaga dan Edward Sianaga, SH. dan sebagai Bendahara Umum: St. J. Sihombing, SH dibantun dengan bendahara I Jenri Sinaga, SE,Ak dan bendaha II Konbes Purn. D. Silalahi.
Para penasehat: Ketua: Drs. TMH Sinaga dan anggota: Ir. Marhutala Sinaga, Ir. Paladin Sinaga, KM. Sinaga, W. Sinaga, Baren Sinaga, SH, M.Hum, L.M. Sinaga, Parlindungan Sinaga, SH,MBA dan SK. Sinaga.
MUBES-XI, 17-19 NOP 2006 DI GEDUNG PPTSB JL. KENANGA RAYA, MEDAN
Pada MUBES-XI ini sebagai komposisi pengurus untuk periode 2006-2010 adalah sebagai berikut:
PENASEHAT
Ketua: S.K Sinaga, Anggota: Ir. Marhutala Sinaga, H. Amiruddun Sinaga, Drs. TMH Sinaga, MM, Drs. Oloan Sinaga, Drs. L.M Sinaga, Parlindungan Sinaga SH, MBA, Epsan Sinaga, Agen Sinaga, Anggota: Singal Sinaga, Drs. Molan Sinaga, Mangasa Sinaga.
DEWAN PEMANGKU ADAT
Pemangku Adat Toba: Mangatas Sinaga. Pemangku Adat Dairi: J.B. Sinaga. Pemangku Adat Simalungun: Dr. H. Usul Sinaga,SpB.
PENGURUS HARIAN
Ketua Umum: Ir. Sahat M. Sinaga,MM, Ketua Harian: Ir. Jeremias Sinaga,M.A.P.
KOORDINATOR ANTAR DAERAH
Sumatera: Dr. Poltak Sinaga, M.Si, Simalungun: H Sulaiman Sinaga, Jawa dan IBT: Manaek Sinaga, Ketua I (Organisasi): Ir. Joting Sinaga,D.Th, Ketua II (Bid. Hukum dan Ham): Japansen Sinaga,SH.M.Hum, Ketua III (Generasi): Saeron Sinaga. Ketua IV (Ekonomi): Murbanto Sinaga,MA. Ketua V (Informasi, Komunikasi): Drs. Anggiat Sinaga. Sekretaris Jenderal: Jenri Sinaga,SEAk.MM. Wakil Sekretaris Jenderal I: Effendi Sinaga, SH. Wakil Sekretaris Jenderal II: Morhan Sinaga,SH. Bendahara Umum: DJ. Sihombing, SH. Wakil Bendahara I: Drs. Panal Sitorus,MSc.Apt. Wakil Bendahara II: St. Karmel Sinaga,SE. Departemen Organisasi: 1.Dr. Jhon Pieter Sinaga,M.Kes, Drs. Osbeth Sinaga,Msi. Departemen Bidang Hukum : 1. Rudol Sinaga,SH, 2. Saudin Sinaga,S.H. Departemen Ekonomi dan Pemberdayaan Anggota: 1. Drs. Hasiholan Sinaga (Jakarta), 2. Ir. Alusdin Sinaga. Departemen Generasi Muda dan Kesetaraan Gender: 1.Tony Sinaga, SE, 2.Bohem Sinaga.MBA. Departemen Informasi dan Komunikasi: 1. Batara Sinaga,Amd, 2.Ir. Albert Sinaga. Departemen Koperasi: 1.Lambok Sinaga, 2.Agustin Sembiring, SE. **

Kunjungin juga  http://duniagames26.blogspot.com/  kami menyediakan Games-Games android yang terbaru yang tentunya sangat seru untuk anda mainkan...

ASAL USUL MARGA SINAGA




Raja Bonor (Sinaga Bonor)
Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus)
Raja Hasagian (Sinaga Uruk)
Ketiga anaknya ini kemudian masing-masing memiliki Tiga Putra (menurut urutan kelahiran) yaitu :
Raja Bonor (Sinaga Bonor):
1. Raja Pande;
2. Raja Tiang Ditonga;
3. Raja Suhut Nihuta
Raja Ompu Ratus (Sinaga Ratus) :
1. Raja Ratus Magodang;
2. Raja Sitinggi;
3. Raja Siongko
Raja Hasagian (Sinaga Uruk) :
1. Raja Guru Hatahutan;
2. Raja Barita Raja;
3. Raja Datu Hurung
Berdasarkan silsilah diataslah maka di Marga Sinaga terdapat sebuah Istilah yaitu Si Sia Ama, Si Tolu Ompu yang berarti “memiliki Sembilan Bapak dan Tiga Ompu(kakek).”
Dalam perkembangannya Keturunan Sinaga merantau ke seluruh wilayah Tanah Batak, hal tersebut mengakibatkan terciptanya marga-marga baru (sub Marga) Sinaga, namun marga-marga baru tersebut tetap meyakini bahwa leluhur mereka adalah Sinaga. Adapun Marga-Marga tersebut antara lain Parangin-angin (Karo).
Ini versi Toba, aku juga bingung mana sejarh yang bener. kalau ada saudaraku yang tau sejarah marga kita kasih tau ya.. mengenal marga sendiri makin bangga jadi SINAGA!


SEMOGA BERMANFAAT......
IBU SAYA SINAGA,, KARENA ITU LAH SAYA BANTU POSTING TENTANG SEJARAH INI.. :)



Jumat, 29 November 2013

SEJARAH HKBP ( HURIA KRISTEN BATAK PROTESTAN )

Sejarah HKBP

HKBP sebagai salah satu gereja dengan jemaat terbesar di Asia dan merupakan wadah persekutuan umat Kristen dari suku Batak yang memiliki dinamika di dalam sejarah perkembangannya dari masa ke masa. Dengan berakhirnya krisis HKBP dan penyatuan kembali jemaatnya kiranya dapat menjadi pemacu untuk pelaksanaan pelayanan dan pekabaran Injil bersama-sama dengan jemaat Tuhan lainnya, agar semua suku, kaum dan bangsa yang berada di wilayah Indonesia dan di seluruh dunia mendapat baptisan di dalam nama Allah Bapa, PuteraNya Yesus Kristus dan Roh Kudus.Kronologi
1825 – 1829 Perang Bonjol : Tuanku Rau menyerang bangsa Batak1834 Datangnya Pdt. Munson dan Pdt. Lyman utusan Kongsi Zending Amerika (Boston), tetapi mereka berdua tewas terbunuh di Lobupining.
1840 Junghun, seorang antropolog datang ke tanah Batak. Melalui kedatanagannya orang Eropa dapat mengenal orang Batak.
1824 Penginjil yang pertama datang ke tanah Batak, yakni Burton dan Ward
1849 Tuan Van der Tuuk dari Amsterdam – Belanda, utusan Kongsi Bible Netherland yang merupakan pembuka (perintis) jalan untuk pelayanan zending kepada suku Batak. Beliau menterjemahkan sebagian isi Alkitab ke dalam Bahasa Batak, menulis tata Bahasa Batak dan membuat kamus Bahasa Batak – Belanda beserta cerita-cerita rakyat.
1853 Akibat perlakuan yang tidak simpatik dari suku Banjarmasin terhadap pendeta, maka Dr. Fabri pimpinan dari Rheinische Zending – Belanda memutasikan para pendeta dari Banjarmasin ke Tanah Batak, setelah membaca surat yang datang dari Tanah Batak tentang pekabaran Injil yang baru dirintis di Tanah Batak.
1857 Pdt. Van Asselt dari Ermelo-Belanda, utusan Ds. Witteveen, melakukan pelayanan di Tapanuli di Desa Pardangsina (Selatan)
31 Maret 1861 Sebagai tanda diterimanya pekabaran Injil di Tanah Batak dimulai dengan adanya baptis perdana yang dilakukan oleh Pdt. Van Asselt terhadap dua orang suku Batak (Jakobus Tampubolon dan Simon Siregar) di Sipirok.
7 Oktober 1861 Pelayanan Rheinische Mission dari Jerman dimulai di Tanah Batak dan merupakan hari lahirnya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), ditandai dengan berundingnya empat orang Missionaris, Pdt. Heine, Pdt. J.C. Klammer, Pdt. Betz dan Pdt. Van Asselt membicarakan pembagian wilayah pelayanan di Tapanuli.
 1862 Berdirinya Jemaat di Sarulla dan Pangalaon Pahae
20 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen membangun gedung di dusun Dame I yang terletak di Desa Saitnihuta Ompu Sumurung, kemudian dinamakannya Godung Huta Dame.
29 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen mengadakan kebaktian minggu pertama di Godung Huta Dame, dan meresmikan gereja pertama yang dibangunnya di Tanah Batak, yaitu HKBP Saitnihuta (Huta Dame Saitnihuta) dan HKBP Pearaja (Kedua gereja ini satu kepanitiaan dalam merayakan Pesta Jubileum. Pada tanggal 20 Mei 1964, HKBP Pearaja merayakan Pesta Jubileum ke 100 tahun, tetapi untuk selanjutnya, tanggal 29 Mei merupakan tanggal resmi Pesta Jubileum yang akan dilakukan oleh kedua gereja ini).
25 Desember 1864 Pembaptisan Pertama kepada 3 orang di Gereja Sipirok, yaitu Thomas Siregar, Pilipus Harahap dan Johannes Hutabarat.
27 Agustus 1865 Pembaptisan Pertama kepada 13 orang di Silindung
1867 Berdiri jemaat HKBP Pansurnapitu
1868 Berdiri Sekolah Guru di Parau Sorat Sipirok: Murid pertama berjumlah 5 orang, yaitu: Thomas, Paulus, Markus, Johannes dan Epraim. Guru mereka adalah Dr. A.Schreiber dan Leipold
1870 Permulaan berdirinya Jemaat di Sibolga dan Sipoholon
1872- Berdiri Sekolah Normal Pemerintah di Tapanuli Selatan
- Berdiri Jemaat di Bahal Batu
1877 Berdiri Seminarium di Pansurnapitu, jumlah murid pertama 12 orang
1878 - Pdt. I. L. Nommensen menerjemahkan Injil ke Bahasa Batak dalam aksara Batak dan aksara Latin.
- 306 Desa di Lembah Silindung masuk dalam pemerintahan Kolonial Belanda
1879 Pdt. Dr. A. Schreiber menterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Batak Angkola
1881- Diresmikan HKBP di Balige.
- Penyusunan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga HKBP, dan Pdt. Dr. I. L. Nommensen diangkat menjadi Ephorus HKBP
1883 Sekolah Pendeta Pertama dibuka dan 4 orang putera Batak pertama untuk Sekolah Pendeta, yaitu : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution dan Johannes Sitompul. Tetapi, Johannes Sitompul wafat sebelum menyelesaikan studinya.
19 Juli 1885 Pemberkatan Pendeta Batak yang pertama di HKBP Pearaja, yakni : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution.
13 Juli 1889 Diutus RMG Nona Hester Needham (23 Januari 1885 – 12 Mei 1897) melayani kaum ibu dan wanita. Ini menjadi awal pelayanan kepada kaum wanita dan anak-anak di Tanah Batak. Pelayanan Nona Hester Needham dibantu oleh Nona Thora di Silindung dan Nona Nieman di Toba.
1 Januari 1890 Terbit Surat Parsaoran Immanuel (Jurnal Gereja)
8 Januari 1890 Dimulai Nona Hester Needham melayani anak-anak, kaum perempuan di Pansurnapitu, serta turut membimbing murid-murid Sekolah Pendeta di Seminari Pansurnapitu.
1893 Sekolah Zending mendapat subsidi dari Pemerintah
1894 Perjanjian Lama di terjemahkan ke dalam Bahasa Batak oleh Pdt. P.H. Johannsen
16 Juli 1895 Nona Hester Needham ditemani seorang gadis Mandailing, Domi, mengadakan perjalanan ke Muarasipongi Kotanopan.
3 Mei – 26 Juli 1896 Nona Hester Needham melayani di Malintang, menginjili di tengah-tengah penganut agama lain di Mandailing Nametmet. Juli, Nona Hester Needham melayani di Maga hingga akhir hayatnya, serta di makamkan di tanah yang telah dibelinya sebelumnya.
1898 Terbit untuk pertama kalinya Kalender Gereja
1899 Dimulai “Pardonaion Mission Batak” yang didirikan orang Kristen Batak serta dipimpin Pdt. Henock Lumbantobing menginjili di daerah yang belum disentuh Injil, yakni: Pulo Samosir, Simalungun dan Dairi.
1900 Berdiri Sekolah Anak Raja dengan pengantar Bahasa Belanda di narumonda Toba. Guru Pohing dan Pdt. Otto Marcks. Sekaligus berdiri di tempat yang sama Sekolah Tukang.
2 Juni 1900 Berdirinya Rumah Sakit di Pearaja, yang di tahun 1928 pindah ke Tarutung (RSU Tarutung Sekarang)
5 September 1900 Berdiri Perkampungan penderita Kusta di Huta Salem Laguboti.
1901 Seminari Pansurnapitu pindah ke Sipoholon
1903- Pemberitaan Injil ke Tanah Simalungun dimulai.
- Sekolah anak Raja di Narumonda menjadi Seminarium
- 7 Oktober Pesta Peringatan Kekristenan yang pertama di Tanah Batak.
1907 Berdiri Jemaat di Pematangsiantar
27 April 1908 Hari lahirnya Jemaat di Sidikalang.
1911 Berdiri Distrik di HKBP, yakni : Tapanuli Selatan (dh. Angkola), Silindung, Humbang, Toba (termasuk Samosir), Sumatera Timur (Simalungun – Ooskust).
1912 Pendeta HKBP Pertama di tempatkan di Medan
1917 “Hatopan Christen Batak” berdiri di Tapanuli sebagai organinasi masyarakat.
23 Mei 1918 Pdt. Dr. I.L. Nommensen meninggal dunia di Sigumpar
1918 Pdt. V. Kessel menjadi Pejabat Ephorus hingga tahun 1920
1919 Holland Inland School (HIS) Zending berdiri di Narumonda
1920 Pdt. Dr. J. Warneck dipilih menjadi Ephorus HKBP.
1922
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Jakarata
- Guru Jemaat HKBP pertama di tempatkan di Padang
- 20 Juni: Sinode Agung (Sinode Godang) I di HKBP
3 Desember 1923 Dimulai pelayanan diakonia di Hepata
1927- Berdiri MULO Kristen di Tarutung
- Pelayanan kepada kaum Muda yang dipimpin Dr. E. Verwiebe. Pada Juni 1952 dalam rapat Pemuda di Sipoholon ditetapkan menjadi NHKBP, dan menjadi awal minggu kebangkitan NHKBP (Parheheon)
1930 Berlaku Aturan Gereja (AD dan ART) yang baru.
11 Juni 1931 HKBP diakui pemerintah dengan Badan Hukum (Rechtperson) No. 48, yang tertulis di Staatsblad Tahun 1932 No. 360
1932 Pdt. P. Landgrebe dipilih menjadi Ephorus.
1934-Berdiri Sekolah Tinggi Teologia di Jakarta, utusan HKBP yang pertama adalah : T.S. Sihombing, K. Sitompul, O. Sihotang dan P.T. Sarumpaet.
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Kutacane, Tanah Alas.
-Berdiri Sekolah Bibelvrouw (Penginjil Wanita) di Narumonda yang dipimpin Zuster Elfrieda Harder. Tahun 1938 Sekolah ini pindah ke Laguboti.
1935 Pentahbisan Bibelvrouw yang pertama
1936 Pdt. Dr. E. Verweibe dipilih menjadi Ephorus.
1940- 10 Mei semua Pendeta Jerman yang melayani di HKBP dipenjarakan Pemerintah Belanda
- Bulan Mei s/d Juli Ds. de Kleine menjadi Pejabat Ephorus.
- 10-11 Juli : Sinode Godang, Pdt. K. Sirait dipilih menjadi Voorzitter (Ephorus ) yang pertama dari Pendeta Batak.
1942- Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi Ephorus.
- Tanggal 25 Nopember berdiri Distrik Samosir
- Distrik Jawa Kalimantan berdiri
1945 Kemerdekaan Republik Indonesia
1946- 2 Februari : Berdiri Distrik Dairi.
- Sekolah Guru Huria (SGH) dibuka kembali di Seminarium Sipoholon
1947 Berdiri kembali Sekolah Pendeta di Seminarium Sipoholon
1950- 4 Nopember : Berdiri Sekolah Teologia Menengah di Sipoholon
- Pdt. Justin Sihombing dipilih kembali menjadi Ephorus HKBP dan Ds. K. Sitompul menjadi Sekretaris Jenderal melalui Sinode Godang.
1951
- Universitas Bonn menganugerahkan gelar “Doktor Honoris Causa” kepada Pdt. J. Sihombing.
- 29 Nopember : Beridiri Distrik Sibolga dan Medan Aceh.
- Ditetapkan Sinode Godang Konfesi HKBP
- Berdiri Percetakan HKBP di Pematangsiantar
1952- Berdiri SMA dan SGA di Tarutung
- HKBP menjadi Anggota LWF (Lutheran World Federation)
1954- Pdt. B. Marpaung diutus Zending Batak menginjili di Pulau Mentawai
- 7 Oktober : Peresmian Universitas Nommensen di Pematangsiantar, sekaligus perpindahan Pendidiakan Teologia dari Seminarium Sipoholon ke Pematangsiantar.
- Nopember : Berdiri Distrik Toba Hasundutan.
- 15 Desember Penyerahan Rumash Sakit HKBP dari Pemerintah ke HKBP.
1955- 13 Februari : Berdiri Panti Asuhan Elim di Pematangsiantar
- 25 Agustus : Berdiri Sekolah Puteri di Sipoholon
1957 17 Maret : Kirchentag (Kebatian Raya) di Pematangsiantar
1959 Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi kembali Ephorus HKBP dan Ds. T.S. Sihombing menjadi Sekretaris Jenderal. .
1961- Berdiri Sekolah Tekhnik di Pematangiantar
- 7 Oktober : Jubileum 100 tahun HKBP di Tarutung
1962- 3-7 Oktober : Sinode Godang Istimewa di Seminarium Sipoholon
- Ds. T.S. Sihombing dipilih menjadi Ephorus dan Ds. G.H.M. Siahaan menjadi Sekretaris Jenderal.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (Ad & ART) yang baru.
1963- Konferensi Kerja HKBP yang pertama.
- 1 September : HKBP Melepaskan HKBP Simalungun menjadi Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
- Awal dari Penginjilan di Sakai Kandis Riau.
- Kursus kaum Ibu yang pertama di Sipoholon.
1965- 7 Februari : Peresmian Asrama Diakones HKBP “Kapernaum” di Rumah Sakit HKBP Balige.
- 9 April : Asrama Bibelvrouw di Sinaksak Pematangsiantar dimulai pemakaiannya, dan diresmikan tanggal 9 Juli 1967.
1966 6 Februari : Peresmian Youth Center “Jetun Silangit”
1967 2 April : Peresmian Asrama Pniel di Rumah Sakit HKBP Balige
1968 19 Februari : Peresmian Gedung-gedung di FKIP Universitas HKBP Nommensen di Pematangsiantar.
1971- 17 Mei : Pendidikan Diakones dibuka di Balige.
- 17 Mei : Pembaptisan pertama kepada orang Rupat (daerah Penginjilan) sebanyak 136 orang yang dilayankan oleh Pdt. A.B. Siahaan, dkk.
- 11 Desember : Peresmian Asrama Bethel dan Betania di Rumah Sakit HKBP Balige.
1972- 28 Mei : Peresmian Perkampungan Pendeta Pensiun dan Kantor Departemen Diakonia Sosial di Pematangsiantar.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (ADT & ART) yang baru
- 30 Desember: Berdiri Distrik Tanah Alas
1974- Universitas Wittenberg menganugerahkan gelar “Doktor Hanoris Causa” keda Pdt. T.S. Sihombing.
- 31 Juli : Berdiri Distrik Asahan Labuhan Batu
- Pdt. G.H.M. Siahaan dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. Dr. F.H. Sianipar menjadi Sekretaris Jenderal.
- 2-3 Nopember : Jubileum 75 tahun Zending HKBP.
1976- 27 Januari: Peresmian Pendidikan Diakones HKBP di Balige
- 2 Agustus: HKBP memandirikan HKBP Angkola.
1978- 23-27 Januari: Sinode Godang Istimewa di Simanare Sipoholon
- Fakultas Theologia Universitas HKBP diputuskan menjadi Sekolah Tinggi Teologia (STT) HKBP.
- Pdt. P.M. Sihombing, MTh terpilih menjadi Sekretaris Jenderal HKBP
1979 24 Juni: Peresmian Distrik Simarkata Pakpak
1980- 11 Juni: Kursus Ketrampilan Pria berdiri di Parparean Porsea
- 11 Agustus: Kursus Ketrampilan Wanita berdiri di Doloksanggul
1983
- 24 Februari: Persemian Distrik Tebing Tinggi Deli
- 28 Agustus: Penahbisan Diakones Pertama di HKBP Balige
1985 Februari: Peresmian Distrik Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)
1986
- 27 Januari: Peresmian Auditorium HKBP di Seminarium Sipoholon
- 27 Juli: Penahbisan Pertama Pendeta Wanita di HKBP, Pdt. Norce P Lumbantoruan, STh
- 14 Agustus: Peresmian Kantor Induk HKBP di Pearaja Tarutung
1987
- 27-31 Juni: Sinode Godang ke 48
- Pdt. Dr. S.A.E. Nababan, LLD. dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. O.P.T. Simorangkir, SmTh. menjadi Sekretaris Jenderal.
1988
- 23 Mei: Berdiri Distrik Humbang Habinsaran
- 10-15 Nopember: Sinode Godang Ke 49 menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Pembinaan dan Pengembangan (GBKPP) HKBP
1990
- 20 – 9 Juli: Perkemahan Kerja Pemuda HKBP di Sipirok
- 10 – 15 Juli: Konferensi Pemuda di Sipirok
- 18 – 21 Juni: Konsultasi Teologia di Parapat
1991 9 – 12 April: Sinode Godang Ke 50
1992 23 – 28 Nopember: Sinode Godang Ke 51. Ada 3 agenda di Sinode Godang ini, yaitu; Penyelesaian Kemelut HKBP, Periode Fungsionaris dan menetapkan Aturan Peraturan (AD dan ART) HKBP untuk tahun 1992 s/d 2002. Sinode berhasil memutuskan: Tim Penyelesaian Kemelut dan Aturan HKBP 1992 – 2002 (AD) tanpa Peraturan (ART). Pemilihan Fungsionaris HKBP tidak terlaksana, terjadi keributan dan perpecahan di tubuh HKBP hingga tahun 1998.
1993 11 – 13 Februari: Sinode Godang Istimewa di Medan melalui undangan Pejabat Ephorus. Di Sinode ini terpilih Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak sebagai Ephorus dan Pdt. Dr. S.M. Siahaan sebagai Sekretaris Jenderal.
1994- 29 September – 1 Oktober: Sinode Godang ke 52 menetapkan Aturan Peraturan (AD & ART) tahun 1994 – 2004.
- 23 Oktober: Peresmian HKBP Distrik Indonesia Bagaian Timur (IBT)
1995
- 16 – 17 Juni: Sinode Godang Penyatuan HKBP Simarkata Pakpak Otonom dan GKPPD
- 6 agustus: HKBP memandirikan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
- 24 September: Peresmian HKBP Distrik Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta (Jabartendy)
1996

 17 – 22 Nopember: Sinode Godang ke 53 membicarakan Konfesi HKBP
1998- 26 Oktober – 1 Nopember: Sinode Godang ke 54 di Pematang Siantar / Balige.
- Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpilih sebagai Pejabat Ephorus dengan tugas menyelenggarakan rekonsiliasi selambat-lambatnya enam bulan.
- 17 Nopember: Pernyataan bersama yang ditanda tangani Ephorus Pdt. D. Dr. S.A.E. Nababan, LLD dan Pejabat Ephorus Pdt. Dr. J.R. Hutauruk di Gereja HKBP Sudirman Medan, menentukan rekonsiliasi melalui Sinode Godang Rekonsiliasi tanggal 18 – 20 Desember.
- 18 – 20 Desember: Sinode Godang HKBP di Kompleks FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpeilih sebagai Ephorus dan Pdt. W.T.P. Simarmata, MA terpilih sebagai Sekretaris Jenderal
2000
- 26 Juli: Konfrensi Nasional HKBP di Convention Center Jakarta
- 21 – 24 Nopember: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon nemetapkan ” Kebijakan Dasar Pendidikan HKBP” (KDP-HKBP)
2002
- 30 September – 1 Oktober: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon menetapkan Aturan Peratutan (AD&ART) yang baru, berlaku 1 Januari 2004, dan Distrik : Jakarta 2, Kepulauan Riau, Jakarta 3, Riau, Langkat, Wilayah Tanah Jawa, Jambi.;